Judul : Apakah Soeharto Pahlawan?
Penulis : Tim Redaksi Bio Pustaka
Penerbit : Bio Pustaka, Yogyakarta
Tahun terbit : 2008
Edisi : Cetakan ke-1
Tebal buku : 94 halaman
ISBN : 978-602-8097-03-1
ISBN : 978-602-8097-03-1
Buku ini adalah buku yang
menceritakan masa-masa selama Mantan Presiden Soeharto berkuasa di Indonesia.
Buku ini ditulis oleh Tim Redaksi Bio Pustaka dan diterbitkan oleh Bio Pustaka
pada tahun 2008. Sumber-sumber yang Tim Redaksi Bio Pustaka peroleh sebagian
besar berasal dari berbagai media massa seperti Kompas, Tempo, Detik News,
Antara, dan lain sebagainya.
Soeharto adalah mantan presiden
Indonesia kedua yang menjabat selama kurang lebih 32 tahun. Beliau diangkat
sebagai presiden Indonesia setelah pidato pertanggungjawaban Presiden Soekarno
yaitu Nawaksara ditolak oleh MPR Sementara. Pribadinya yang kontroversial dan
menimbulkan banyak polemik masih terus diperbincangkan. Kesuksesannya dalam
meningkatkan pendidikan dan ekonomi dirindukan oleh penggemar setianya. Namun
kegagalannya dalam menangani krisis moneter, kasus korupsi dan pelanggaran HAM
yang dilakukannya, serta segala permasalahan menjelang masa akhirnya sebagai
presiden juga masih menimbulkan trauma bagi masyarakat Indonesia. Banyak
kalangan yang mendesak pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional kepada
Soeharto. Namun, tak sedikit juga yang menilai bahwa Soeharto tak layak untuk
mendapatkan gelar pahlawan.
Segala jasa dan kontroversi
Soeharto dijelaskan dengan cukup detail di buku ini. Mulai dari kontroversinya
dalam penyelundupan barang dari luar negeri, korupsi gula, hingga momen
kelengserannya juga diceritakan dengan runtut dan jelas. Tak hanya itu, tim
penulis juga menambahkan beberapa kutipan opini dari tokoh-tokoh dan sejarawan
seperti BJ Habibie, Gus Dur, Yusril Ihza Mahendra, Anhar Gonggong, dan lain
sebagainya. Melalui berbagai sumber media massa yang terpercaya, buku ini layak
mendapatkan apresiasi.
Sayangnya, buku ini banyak
menggunakan kata-kata yang sulit dipahami. Selain itu, buku ini juga tidak
bersifat netral. Kejelekan Soeharto lebih ditonjolkan daripada kesuksesan yang pernah
dicapainya.

No comments:
Post a Comment